Langsung ke konten utama

Manusia dan alibi kata damai

 Semakin dewasa aku semakin mengerti bahwa perang hanya menghasilkan sebuah keburukan dan rasa dendam dan tidak sedikit pula perang itu hanya digunakan untuk mengais rupiah yang dengan kata lain digunakan untuk berbisnis.

Kata damai mungkin hanya digunakan untuk membuat para manusia berfikir bahwa dunia saat ini baik-baik saja sedangkan pada perusahaan-perusahaan besar sedang membuat alat-alat senjata-senjata yang dapat memusnahkan manusia dalam sekejap bahkan senjata senjata biologis diciptakan hanya untuk menghilangkan kelompok-kelompok tertentu.

Kata damai itu seakan alibi karena banyak negara-negara yang berlomba-lomba untuk membuat nuklir yang dapat meluluhlantakkan suatu tempat apakah ini pantas dikatakan kata damai ataukah hanya sebuah alibi untuk menutupi bahwa perang selanjutnya akan segera terjadi aku tidak tahu ataupun tidak mengerti ini hanya firasatku karena dunia saat ini kurang baik.

Apakah perang dunia ke-1 pada tanggal 28 Juli 1914 sampai 11 November 1918 tidak cukup membuat manusia sadar apakah perang dunia ke-2 pada tahun 1939 sampai 1945 tidak membuat manusia sadar bahwa perang hanya meninggalkan rasa dendam dan rasa benci antara satu pihak dengan pihak yang lain.

Di dunia ini kita bisa melihat dampak-dampak perang dampak-dampak keegoisan manusia ini bukan tentang agama tapi tentang kemanusiaan dimana kita bisa melihat Palestina dibombardir ditengah gelapnya malam dan bahkan saat beribadah pun iya mendapatkan hal-hal yang tidak manusiawi dan dampaknya gedung gedung sekolah hancur sehingga anak-anak Palestina tidak dapat mendapatkan pendidikan dengan layak rumah sakit hancur luluh lantah dampaknya orang-orang sakit tidak mendapatkan pengobatan dengan layak rumah-rumah hancur dampaknya jika tidak mendapatkan tempat berteduh dari panasnya matahari dan dinginnya air hujan

Pesanku aku hanya ingin melihat kedamaian diantara banyaknya negara-negara di dunia ini tidak ada lagi kejahatan tidak ada lagi bisnis di dalam peperangan tidak ada lagi rasisme karena kita manusia yang diciptakan dalam sebaik-baiknya bentuk 

Manusia adalah makhluk sosial yang saling mengasihi antara satu dengan yang lainnya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Jujur & Kehidupan

 Jujur pada kehidupan  Kejujuran sering kali membuat kehidupan kita menjadi lebih baik. Tapi sayangnya banyak dari manusia itu sendiri yang menjadikan kejujuran sebagai salah satu celah untuk tidak melakukannya. Seperti hal yang lumrah kita temui atau yang kita alami Berbohong kepada orang tua maupun kepada orang lain, itu sangat berdampak pada kepercayaan seseorang kepada kita. Seperti halnya kertas yang telah di lipat kertas itu tidak akan kembali mulus Begitu pula dengan kejujuran sekali saja kita berbohong maka kepercayaan seseorang terhadap kita akan luntur. Kehidupan  Kehidupan yang di jalani setiap harinya tidak terlepas dari sesuatu yang mengandung kejujuran/kebohongan maka dari itu jalanilah kehidupan yang di berikan Tuhan kepada kita dengan mengikuti petunjuk petunjuk yang di berikan kapada kita agar supaya kita menjadi manusia yang lebih baik dari hari kemarin. Karena manusia yang baik manusia yang ingin mengakui kesalahannya dan memperbaiki dirinya menjadi leb...